Tentang

Ancaman

Sebelum membentuk dan mengelola kawasan-kawasan konservasi, ancaman terbesar yang terjadi di perairan Raja Ampat utamanya adalah aktivitas perikanan merusak dengan menggunakan bahan peledak dan potasium, serta penangkapan ikan berlebih yang dilakukan oleh kapal-kapal ikan besar-baik kapal berbendera Indonesia maupun bendera asing-yang sebagian berlabuh di Kota Sorong dan sekitarnya.

Kerja sama aparat penegak hukum dan Tim Jaga Laut membekuk kapal penangkap hiu dan pari; dua spesies yang dilindungi di perairan Raja Ampat.

Aktivitas pemanfaatan yang tidak berkelanjutan tersebut dampaknya masih dirasakan hingga sekarang, dan dapat dilihat dari puing terumbu karang yang rusak, yang tersebar di kawasan konservasi perairan Area III hingga Area VII, serta belum pulihnya populasi ikan target di perairan pesisir yang menyebabkan nelayan lokal mesti berlayar jauh dari perairan kampungnya.

Sepetak terumbu karang dan ikan-ikan kecil di antara puing-puing terumbu karang yang telah rusak.

Keberadaan pengelolaan kawasan-kawasan konservasi perairan di Raja Ampat dengan signifikan mengurangi aktivitas perikanan merusak dan penangkapan fauna laut yang penting, dan membatasi aktivitas perikanan berlebih yang kini sebagian besar masih dilakukan oleh kapal-kapal bagan. Klik di sini untuk memantau aktivitas pengawasan kami.

Aktivitas Jaga Laut adalah salah satu layanan yang rutin kami selenggarakan, setidak-tidaknya delapan kali di masing-masing kawasan kelola kami.

Selain dari beragam aktivitas perikanan, laut Raja Ampat kini juga menghadapi ancaman dari aktivitas pariwisata yang tidak bertanggung jawab, mulai dari konsentrasi aktivitas wisata yang melebihi kapasitas, perilaku pengunjung yang merusak, hingga masalah sampah.

Sebagai SUOP KKP Kepulauan Raja Ampat, kami menyadari keterbatasan kami. Oleh karena itu peran serta dari semua pemangku kepentingan, termasuk pengunjung, sangat kami harapkan. Mari bersama-sama mewujudkan laut Raja Ampat yang sehat.

Baca buku ini sebelum kamu mengunjungi Raja Ampat!

Hubungi Kami.