Tentang

Keindahan Raja Ampat

Memesona daratannya,
menakjubkan lautannya

Terletak di barat laut Pulau Papua, ada lebih dari 1.500 pulau dengan empat pulau besar di Raja Ampat, yaitu Salawati, Waigeo, Batanta, dan Misool. Sebagian pulau di Raja Ampat terbentuk dari gugusan atau formasi batu, dan hampir semuanya masih rapat akan hutan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk beberapa jenis yang endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih botak, dan kuskus Waigeo.

KKP Kepulauan Raja Ampat adalah habitat penting bagi populasi pari manta.

Beberapa sungai dan air terjun di Raja Ampat kini berkembang menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat lokal, seperti air terjun War Inkabom di Pulau Batanta atau Malol di Pulau Misool. Sungai di Raja Ampat juga menjadi tempat berenang yang kini populer, salah satunya adalah Kalibiru di Teluk Mayalibit. Selain sungai dan air terjun, di Misool juga terdapat Danau Lenmakana; habitat bagi ubur-ubur yang tak menyengat.

Air terjun War Inkabom yang berada di Kawasan Konservasi Area III Selat Dampier.

Di pesisirnya, sebagian besar pulau di Raja Ampat memiliki pantai berpasir putih; di beberapa kampung pesisir di Kepulauan Ayau pasir putihnya begitu halus menyerupai terigu. Hutan mangrove yang masih utuh dapat ditemui empat pulau besar di Raja Ampat, sementara padang lamun dapat ditemukan di beberapa lokasi di Misool dan di beberapa pulau kecil.

Salah satu pantai di Kepulauan Ayau.

75% jenis terumbu karang yang ada di dunia dapat ditemukan di bawah permukaan laut Raja Ampat, menjadikannya ‘rumah’ bagi lebih dari 1.600 jenis ikan karang, 699 jenis moluska, setidak-tidaknya 15 jenis mamalia laut, 5 jenis penyu, dan beragam spesies penting (focal) seperti pari dan hiu. Raja Ampat adalah satu dari sedikit lokasi di dunia yang mana pari manta karang dan pari manta oseanik berbagi habitat yang sama.

Baca buku ini sebelum kamu mengunjungi Raja Ampat

Unduh Buku Etika Berwisata di Raja Ampat

Selamat datang di Raja Ampat.